Home MEDAN Puaskan Liburanmu di 7 Destinasi Wisata Sejarah di Medan

Puaskan Liburanmu di 7 Destinasi Wisata Sejarah di Medan

448
0
SHARE

telusurindonesia.com – Mau menghabiskan liburan di Medan? Kalau begitu, jangan lewatkan untuk mengunjungi berbagai tempat wisata di sana. Jangan salah! Selain terkenal akan kulinernya, Medan juga gudangnya tempat wisata lho, salah satunya wisata sejarah. Tidak perlu jauh-jauh, di sekitar pusat kota Medan ada banyak sekali bangunan bersejarah favorit yang rugi kalau dilewatkan begitu saja. Bangunan sejarah apa sajakah itu? Simak satu per satu yuk!

Istana Maimun

Bangunan dengan arsitektur bergaya India, Melayu, Islam, Italia, dan Spanyol ini telah menjadi maskotnya kota Medan. Setiap hari libur, tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun asing. Banyak peninggalan Kesultanan Deli yang disimpan di tempat ini dan menjadi sajian menarik bagi wisatawan.

istana-maimun-di-medan
sumber gambar: aryanipuspitasaridevi.wordpress.com

Bahkan, kamu juga bisa mengenakan pakaian adat Melayu agar bisa merasakan menjadi orang Melayu, kemudian berfoto ria, hanya dengan membayar Rp15.000,00 hingga Rp30.000,00. Sedangkan, untuk memasuki istana, kamu hanya dikenakan biaya Rp5.000,00. Cukup murah, bukan?

Masjid Raya al-Mashun

Tidak kalah megah dengan Istana Maimun, di samping istana juga terdapat Masjid Raya al-Mahsun. Orang lebih mengenal masjid ini dengan sebutan Masjid Raya Medan. Sama-sama merupakan peninggalam Kesultanan Deli, masjid ini mempunyai arsitektur yang indah khas Spanyolan, India, dan Timur Tengah.

Masjid-Raya-al-Mashun-di-medan
sumber gambar: beritagar.id

Bagi kamu yang beragama Islam, bisa merasakan kemegahan masjid ini sambil menunaikan shalat. Uniknya, di dalam masjid ini terdapat al-Qur’an dengan ukuran sangat besar dan sudah berumur ratusan tahun.

Rumah Tjong A Fie

Buat kamu pecinta sejarah, siapa yang tak kenal Tjong A Fie? Seorang saudagar kaya asal Tiongkok yang tinggal di Medan, sekaligus tokoh yang paling dihormati baik oleh pemerintah Belanda maupun Sultan Deli. Peranannya dalam pemerintahan Sultan Deli sangatlah besar. Tak heran jika kemudian rumahnya sangat dijaga hingga sekarang, bahkan digunakan sebagai tempat wisata.

Rumah-Tjong-A-Fie-di-medan
sumber gambar: ragamtempatwisata.com

Selain arsitekturnya yang menawan, perpaduan budaya Tiongkok, Melayu, dan Eropa, banyak juga peninggalan bersejarah yang disimpan di dalamnya. Untuk bisa memasuki rumah ini, kamu hanya dikenakan biaya Rp35.000,00 saja per orang. Selain rumah Tjong A Fie, sekitar rumah ini juga masih banyak bangunan bergaya kolonial Belanda yang masih berdiri. Kamu bisa menjadikannya sebagai latar untuk berselfie ria ala jadul.

Gedung London Sumatra

Masih di pusat kota Medan juga, tak jauh dari Rumah Tjong A Fie, kamu bisa menemukan Gedung London Sumatra. Sebuah gedung warna putih dengan gaya Eropa klasik yang sangat mencolok di antara gedung-gedung yang ada di sekitarnya. Gedung yang mempunyai lima lantai ini, dulunya merupakan kantor dagang dan perkebunan yang dibangun oleh perusahaan Inggris Horrisons & Crosfield Company. Uniknya, untuk naik turun lantai di dalam gedung ini, masih digunakan lift gaya klasik yang konon merupakan lift pertama yang beroperasi di Medan. Hingga saat ini, lift ini pun masih tetap dipertahankan untuk beroperasi untuk menjadi daya tarik wisatawan. Sebagai salah satu tempat wisata, pemerintah setempat selalu menjaga gedung ini agar tetap terawat dan megah.

Balai Kota Lama

Salah satu gedung tua yang dulu pernah dijadikan sebagai gedung balai kota juga bisa kamu jadikan sebagai tujuan wisata kamu di Medan. Gedung bergaya arsitektur Eropa klasik ini bisa kamu temukan di jantung kota Medan. Dahulu, sebelum gedung balai kota baru yang berdiri di belakang gedung ini ada, wali kota Medan berkantor di gedung yang penuh pesona ini. Namun, sejak gedung balai kota baru dioperasikan, gedung ini hanya digunakan sebagai tempat wisata. Kamu tidak dipungut biaya untuk bisa menikmati berbagai peninggalan sejarah kota Medan di sini. Buat kamu yang gemar berselfie ria, jangan lewatkan keberadaanmu di gedung ini untuk berfoto ria.

Kantor Pos Medan

Tak jauh dari gedung balai kota lama, berdiri kantor pos Medan yang juga tidak kalah klasiknya. Meskipun sampai saat ini kantor pos masih berfungsi dengan baik, gedung dengan arsitek khas kolonial tetap dipertahankan. Perawatan sana sini sangat tampak sering dilakukan. Kalau kamu tertarik untuk menikmati tingkat seni dari arsitektur bangunan ini, masuk saja selama jam operasi kantor pos masih berlangsung. Tidak dipungut biaya kok. Suasana khas kantor pos dipadukan dengan gedung yang klasik membuatmu serasa berada di jaman kolonial Belanda. Tidak hanya itu, di tempat ini juga banyak penjual batu mulia dengan kios-kios yang berjajar. Kamu bisa membelinya atau hanya sekadar melihat-lihat. Dijamin, decak kagum tidak akan berhenti keluar dari mulutmu.

Lapangan Merdeka Medan

Bagi masyarakat Medan, Lapangan Merdeka ini mempunyai arti penting bagi sejarah kemerdekaan Medan khususnya, Indonesia umumnya.Tempat inilah salah satu saksi bisu perebutan kemerdekaan Indonesia. Kini, setelah sekian tahun Indonesia merdeka, tempat ini menjelma menjadi salah satu pusat aktivitas favorit di kota Medan. Banyak orang yang menggunakannya sebagai area olahraga dengan menggunakan fasilitas yang memang sengaja dibangun pemerintah setempat, seperti dinding panjat tebing atau arena bermain anak. Karena letaknya yang strategis, di antara gedung balai kota lama dan kantor pos Medan, banyak acara dengan pengumpulan massa sering diselenggarakan di tempat ini, seperti konser musik atau pasar malam. Untuk melengkapi kemeriahan lapangan, pemerintah setempat juga menyediakan tempat khusus sebagai pusat jajanan kota Medan. Sehingga, diharapakan setiap wisatawan yang datang dapat menikmati dan tertarik dengan kuliner yang disajikan.

LEAVE A REPLY