Home Indonesia Makam Belanda di Indonesia Mampu Datangkan Turis Asing

Makam Belanda di Indonesia Mampu Datangkan Turis Asing

2357
SHARE

telusurindonesia.com – setelah indonesia dijajah oleh belanda dalam jangka waktu yang cukup lama, tentu banyak sekali meninggalkan sejarah. tak terkecuali dengan makam-makam belanda yang hingga saat ini masih tersisa. terlepas dari cerita yang menyedihkan di masa lampau, kini makam-makam belanda ini mampu menarik kunjungan turis asing yang berasal dari belanda. pasalnya, turis asal belanda itu memiliki minat untuk mengunjungi makam-makam sanak keluarganya.

dikutip dari laman kompas.com, dosen Program Studi Sastra Belanda, Lilie Suratminto mengatakan kalau makam-makam belanda ini sangat memiliki potensi untuk dikunjung karena Keluarga warga Belanda pasti ingat dengan garis keturunannya.

Baca Juga: Museum Kereta Api Ambarawa: Menawarkan Pengalaman Unik Menaiki Kereta Peninggalan Belanda

terlebih lagi di belanda itu sangat mudah sekali untuk menemukan keturunan melalui silsilah yang telah disusun rapih di sebuah gedung di Den Haag. oleh sebab tu banyak sekali wisatawan belanda yang datang ke indonesia ini untuk mencari makam saudaranya.

makam-belanda-di-indonesia
via: kompas.com

sebagai contoh, makam-makam yang berada di kebun Raya Bogor, Jawa Barat yang ada sekitar abad ke-19. Kalau yang hidup pada zaman kolonial, tentu masih melekat dalam memorinya.

dengan adanya makam belanda ini tentu memiliki dampak positif bagi indonesia, salah satunya di bidang pariwisata. karena indonesia akan mendapatkan pemasukan dari turis-turis asing yang berkunjung. namun untuk bisa mendatangkan banyak wisatawan dari belanda harus diperlukan berbagai informasi yang terkait dengan makam. seperti informasi tentang siapa yang dimakamkan bisa dalam bentuk brosur atau media lainnya.

ada banyak sekali makam-makam belanda yang bisa ditemui di sekitar Jabodetabek, misalnya di Museum Taman Prasasti, Kebun Raya Bogor, Evereld Menteng Pulo, Museum Wayang, dan Evereld Ancol. makam-makam inilah yang dihuni oleh warga berkebangsaan Belanda yang hidup pada masa kolonial.

Lilie juga menyebutkan kalau wisatawan yang berkunjung sebenarnya bisa belajar mengenai sejarah Belanda melalui makam.