Home Indonesia 5 Desa Wisata Tercantik di Indonesia yang Menebarkan Pesona

5 Desa Wisata Tercantik di Indonesia yang Menebarkan Pesona

5319
SHARE

telusurindonesia.com – berbicara tentang Keindahan Alam Indonesia memang tak akan pernah ada habisnya. Jika kamu sudah banyak memotret keindahan gunung, pantai, goa serta air terjun yang ada di indonesia, maka ada baiknya kamu mengambil objek foto yang berbeda untuk petualanganmu selanjutnya.

Cobalah datang ke 5 Desa Wisata Tercantik di Indonesia yang Menebarkan Pesona ini. Masing – masing desa ini memiliki keindahan landscape yang sangat cantik dan sudah mendunia. bahkan bisa dikatakan desa-desa ini cuma ada di indonesia. jadi sayang banget kalau sampai luput dari bidikan lensa kameramu. mau tau apa aja desanya? yuk simak ulasan dibawah ini!

1. Desa Wae Rebo

Desa-Wae-Rebo
via: 5berita.com

apakah sebelumnya kamu pernah dengar tentang Desa Adat Wae Rebo? Pasti baru dengar kan? Kedengarannya memang sangat asing di telinga, tapi ternyata desa ini sudah mendunia lho. karena semenjak UNESCO menobatkan sebagai desa yang melestarikan konservasi warisan budaya, masyarakat dunia mulai mengenal desa ini.

Wae Rebo adalah salah satu desa unik di kecamatan Satarnase, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. desa adat ini berada diatas ketinggian 1.100 mdpl, tepatnya di Pegunungan Pocoroko. karena letaknya yang sangat tinggi, tak heran kalau desa ini memiliki suhu udara yang dingin dan sejuk. untuk kamu yang ingin menyambangi desa ini, sebaiknya membawa baju hangat atau syal ya.

Di Desa Wae Rebo ini terdapat 7 rumah utama berbentuk kerucut dengan ketinggian dan diameter yang sama. Masing – masing rumah bisa di tinggali 6 sampai 8 keluarga dan berdiameter sekitar 12 – 15 meter. Mungkin karna bentuknya yang unik inilah UNESCO menobatkan desa ini sebagai bangunan konservasi warisan budaya.

Pemandangan di desa ini pun sungguh sangat indah. Rumah – rumah berbentuk kerucut yang menjadi ciri khasnya pun tersusun melingkar dan membentuk seperti setengah lingkaran. Panorama perbukitan di belakangnya menambah keindahan landscape Desa Wae Rebo.

2. Desa Adat Penglipuran

Desa-Adat-Penglipuran
via: vilondo.com

Desa Panglipuran yang berada di Kabupaten Bangli ini disebut – sebut sebagai desa paling bersih dan cantik di Pulau Bali. Menurut masyarakat sekitar, kata penglipiran diambil dari kata Pengeling Pura yang artinya tempat suci. Desa wisata ini memang memiliki luas yang tidak begitu besar, bahkan hanya memiliki luas 112 hektar dengan 9 hektar di pakai untuk pemukiman. Desa wisata panglipuran ini memiliki panorama alam yang masih asri dan kental akan budaya Bali yang masih dijaga.

Keunikan rumah – rumah berarsitektur Bali tampak tertata dengan rapi antara 1 rumah dengan rumah lainnya, pintu gerbang disetiap rumah saling berhadapan satu sama lainnya dan hanya dibatasi dengan jalan utama kecil di tengahnya. Pintu gerbang ini disebut dengan angkul – angkul (pintu gerbang khas bali).

Sejauh mata memandang yang terlihat hanya keindahan desa wisata tersebut. Dan yang lebih mengasyikan di desa ini adalah bebas dari kendaraan bermotor. Kamu bisa puas menikmati udara segar di desa ini. Kamu juga akan puas berjalan – jalan dan berfoto di desa ini sambil mengenal lebih dekat budaya warga setempat tanpa harus takut kena polusi asap. Biaya masuk ke desa wisata ini juga sangat terjangkau, yaitu Rp 7.500 per orangnya.

3. Desa  Suku Baduy

Desa-Suku-Baduy
via: instagram.com/indannaz

kamu ingin mendapatkan pengalaman unik sekaligus berbeda dari liburan sebelumnya? Nih, desa Suku Baduy yang rekomend buat kamu  sambangi, Tepatnya ke Perkampungan Suku baduy. Suku Baduy merupakan suatu kelompok masyarakat adat Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Asal usul kata baduy yaitu berasal dari kata Badawi, yang di berikan dari seorang peneliti Belanda. Namun, warga setempat menyebutnya Baduy.

Suku baduy di bedakan menjadi dua, yaitu Baduy Luar dan Baduy Dalam. Pintu masuk menuju pemukiman Suku Baduy adalah Desa Ciboleger. Jika ingin memotret pemukiman Suku baduy, kamu harus menyiapkan stamina lebih. Karena dari Desa Ciboleger kamu harus trakking terlebih dulu untuk menuju pemukiman Baduy Dalam, selama sekitar 5 jam perjalanan. Perjalannya memang akan sangat melelahkan, namun di sepanjang perjalanan kamu bisa menikmati udara sejuk dan panorama perbukitan yang memanjakan mata.

Sesampainya di pemukiman Baduy, kamu bisa melihat – lihat keunikan rumah – rumah Suku baduy yang terbuat dari bambu dan tertata dengan rapi. Sungai yang mengalir di pemukiman ini pun juga sungguh sangat jernih dan saat berada disana kamu tidak akan di perbolehkan untuk menggunakan shampo, sabun maupun bahan kimia lainya. Karena Suku Baduy sangat menghargai alam dan memperlakukan alam dengan baik.

Dari beberapa cabang sungai yang mereka gunakan sehari – harinya mereka hanya menggunakan satu sungai saja. Cabang sungai lain yang airnya jernih bisa di nikmati oleh masyarakat sekitar, juga bisa di gunakan para wisatawan yang datang. Hutannya juga masih sangat terjaga, masyarakat baduy selalu menjaga kebersihan dan tidak merusak hutan. Itulah mengapa sebabnya di pemukiman Suku Baduy ini masih terjaga keasriannya.

4. Desa Kete Kesu

Desa-Kete-Kesu
via: yukpegi.com

Desa Kete Kesu berada di Kampung Bonoran, Kelurahan Tikunna Malenong, Kecamatan Sanggalang Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Desa ini di tetapkan sebagai cagar budaya karena menjadi salah satu desa penghasil kerajinan pahat, ukir dan lukisan yang sudah diakui dunia. Yang menjadi ciri khas disini adalah terdapatnya Tongkonan yang berjejer rapi di sepanjang jalan.

Tongkonan adalah rumah adat /rumah panggung dari kayu, atapnya dilapisi ijuk hitam, bentuknya seperti perahu yang telungkup dengan buritan, seperti tanduk kerbau, dan harus di bangun menghadap ke arah utara, karena masyarakat disini percaya jika leluhurnya berasal dari bagian utara. Selain rumah Tongkonan, yang unik lainnya dari desa ini yaitu terdapat makam – makam tua yang menyimpan cerita mistis.

5. Desa Trunyan

DESA-TRUNYAN-BALI
via: flickr.com/Mister Sempol

desa Trunyan ini berada di Kabupaten Bangli, Bali. Jika desa – desa lainnya hanya menawarkan keindahan alam yang cantik untuk kamu ambil fotonya, namun desa ini berbeda. Trunyan memiliki keunikan sendiri yaitu desa ini memiliki sisi budaya yang unik.

desa ini memiliki kuburan di bagian timur Danau Batur. Di kuburan ini jenazah tidak dikuburkan, tapi jenazah hanya di biarkan saja di atas tanah sampai membusuk. yang anehnya lagi di sekitar kuburan ini tidak tercium bau bangkai. Serem ya? Tapi ini lah keunikan Trunyan.

namun selain keunikannya itu, desa trunyan juga memiliki pemandangan hijau yang sangat indah. sampai-sampai banyak  wisatawan domestik maupun mancanegara yang terus berdatangan ke desa ini.

nah itulah 5 Desa Wisata Tercantik di Indonesia yang Menebarkan Pesona. kalau ada kesempatan, cobalah untuk menyambangi desa-desa cantik ini ya 🙂