Indonesia

Home Indonesia

Jual Rumah Jakarta Di Bulan Januari

Di bulan januari, warga Jakarta mana yang tidak merasa was was. Semua warga Jakarta akan ketar ketir di bulan januari karena bukan hanya mempersiapkan rencana di tahun baru tapi juga mengantisipasi dampak banjir yang dialaminya di akhir tahun sampai bulan januari. Bulan januari merupakan bulan yang biasanya bencana banjir dengan itensitas terparah atau bisa dibilang puncak bencana banjir. Banyak rumah yang dijual dengan harga murah di bulan ini karena pemiliknya tidak mau ambil pusing untuk mengulangi pengalaman pahit yang sama di tahun depan sehingga pilihan satu satunya adalah dengan menjual rumah tersebut.

Menjual rumah atau Jual Apartemen di Jakarta pada bulan januari sebenarnya bukanlah pilihan yang tepat. Mengingat di bulan itu rumah sedang dalam kondisi terburuk bisa dibayangkan harga jual dari rumah tersebut sudah pasti menjadi murah. Sudah jatuh tertimpa tangga, barangkali pepatah ini tepat diberikan kepada warga Jakarta yang sudah kebanjiran masih juga harus mengalami kerugian karena rumah yang mereka jual ditawar murah oleh pembelinya. Namun, hal ini sepertinya yang paling mending ketimbang mereka tidak menjual rumah tersebut dan harus mengalami kebanjiran lagi di tahun depan dan jika menjual rumahnya di tahun depat bisa jadi bukan hanya terjual murah, tapi lebih buruk dari itu rumahnya tidak laku dijual. Tentu semua orang tidak ingin mengalami hal tersebut.

Untuk mensiasatinya, upayakan tidak menjual rumah di dekat bulan januari. Biarlah  bencana berlalu dan buat sedikit lupa masyarakat akan dampak banjir tersebut. Misalnya di bulan juni ataujuli dimana musim kemarau sedang terik-teriknya bisa jadi waktu yang tepat untuk menjual rumah karenad isana orang tidak akan terlalu menjadikan banjir menjadi alasan utama untuk menawar harga jual sebuah rumah. Harga jual rumah di Jakarta ketika kemarau sudah pasti cukup mahal dan juga menguntungkan. Dengan hal ini maka kerugian yang akan diterima tidak akan terlalu tinggi karena rumah bisa dijual dengan harga yang mahal. Bulan januari memang menjadi bulan yang penuh kenangan bagi masyarakat Jakarta.

(Adv)

Musim Hujan, Harga Jual Rumah Jakarta Turun

Musimhujan di Indonesia biasanya terjadi di penghujung tahun lalu berlanjut di bulan awal tahun. Musim hujan di penghujung tersebut merupaka nanugerah yang luar biasa karena pada umumnya tanah di Indonesia kembali subur dan tumbuhnya pepohonan yang membuat udara menjadi segar.

Namun, kejadian sebaliknya yang justru dialami oleh daerah ibukota. Ketika hujan turun dengan derasnya, warga  ibukota justru harus waspada akan datangnya hujan karena biasanya dibarengi oleh datangnya banjir pula. Daerah-daerah rawan banjir di Jakarta pun sudah  menjadi langganan tiap tahunnya dan hal ini berdampak pada beberapa segi, yang secara khusus adalah padaharga jual rumah di sekitaran itu.

Rumah yang jelas terkena banjir musiman setiap tahunnya di Ibu kota sudah pasti tidak laku dijual. Sekalipun laku dijual pasti harganya jauh lebih murah. Hal ini yang menjadi dilema bagi sebagian besar orang disana karena kalaupun mereka menjual rumahnya, maka hasilnya tidak akan cukup untuk membeli rumah di daerah yang tidak banjir sehinga mau tidak mau mereka harus bertahan setiap tahunnya untuk menyambut datangnya banjir langganan tersebut.

Kualitas daerah yang buruk membuat harga jual rumah atau Jual Apartemen sebagian besar di Jakarta menurun. Karena bertambahnya daerah langganan banjir di Jakarta pun membuat generalisasi seakan Jakarta total kebanjiran. Ditambah dengan informasi media tentang jalan protokol yang juga terkena banjir sehingga memunculkan pernyataan jika di jalan protokol saja sudah banjir, apalagi daerah kampung di Jakarta sudah pasti terkena banjir pula.

Musim hujan ini membuat pasar property di Jakarta seketika melemah karena generalisasi yang tercipta itu membuat semua harga jual rumah di Jakarta menurun dan ini bagi sebagian orang justru menjadi peluang karena mereka bisa membeli rumah di Jakarta dengan harga yang murah. Jadi, fenomenanya terbalik. Bukan lagi gencarnya para penjual di Jakarta, akan tetapi di musim hujan justru yang lebih gencar adalah si pembeli rumah tersebut. Dengan iming-iming harga murah dan bisa dijual mahal ketika musim kemarau datang.

(Adv)

Pendakian Ke Gunung Sindoro Via Jalur Kledung Untuk Pemula

telusurindonesia.com – seiring perkembangan zaman, saat ini Mendaki gunung sudah menjadi sebuah trend di kalangan anak muda. sebenarnya sudah dari dari dahulu banyak yang menggemari kegiatan mendaki gunung ini. Karena banyaknya foto-foto di media sosial seperti instagram, facebook, path, dll menjadi populer di kalangan anak muda masa kini, kegiatan menantang yang satu ini pun mendadak jadi banyak peminatnya.

bahkan banyak juga yang tadinya tidak dan belum pernah melakukan kegiatan mendaki gunung, saat ini menjadi menyukai kegiatan ini. katanya sih biar kekinian dan gak kudet. hayoo ngaku, diantara kalian ada kan yang seperti itu? tapi yang jelas kegiatan yang satu ini bukan kegiatan sembarang untuk asal coba-coba lho. karena diperlukan persiapan yang cukup matang untuk memulainya.

Untuk kalian pemula yang ingin naik gunung besar pertama kali, saya sarankan sih naik Gunung Sindara atau biasa disebut Gunung Sindoro. gunung ini merupakan  gunung vulkano aktifyang  terletak di Jawa Tengah, tepatnya berada daerah Temanggung dan berbatasan dengan Wonosobo. Gunung Sindoro miliki ketinggian 3.153 mdpl, jadi sangat cocok untuk para pemula yang ingin merasakan sensasi mendaki gunung untuk pertama kalinya.

Pendakian-Ke-Gunung-Sindoro-1

Gunung Sindoro terletak berdampingan dengan Gunung Sumbing, seperti Gunung Merapi dan Merbabu. Basecamp Sindoro dan Basecamp Sumbing pun tidak jauh, hanya terletak beberapa meter saja, basecampnya pun sangat mudah untuk ditemukan karna di depan jalan raya sudah terlihat. Untuk mencapai puncak Sindoro ada dua jalur favorit para pendaki yaitu jalur Kledung dan jalur Sigedang. Sebernanya terdapat beberapa jalur untuk mencapai puncak Gunung Sindoro yaitu Jalur Kledung, Jalur Sigedang, Jalur Sibajak, Jalur Jlumprit.

Namun Jalur Kledung banyak dipilih karena memiliki jalur pendakian tercepat diantara jalur lainya. Jalur pendakian dari basecamp Kledung menuju pos 1 kalian memerlukan waktu sekitar 1,5 jam selama perjalanan, kalian akan menikmati segarnya pemandangan perkebunan dan ladang warga sekitar. jalan yang dilalui masih jalanan aspal dan jalan berbatu, selanjutnya tak jauh dari ladang warga kalain akan menemukan pos bayangan disana kalian akan menjumpai tukang ojek untuk menawarkan jasanya. kalau enggak mau kelamaan, kalian bisa menggunakan jasa ojek untuk mempersingkat waktu pendakian. bulan desember 2015 lalu saya kesana harga tarifnya untuk satu orangnya dikenakan biaya Rp 15.000.

Pos 1 – setelah sampai pos 1 kalian akan melanjutkan perjalanan dengan jalan setapak dan mulai menemukan jalan menanjak berbelok dan menurun dengan pemandangan pepohonan hijau. Waktu yang dapat di tempuh dari pos 1 ke pos 2 sekitar 1 jam perjalanan.

Pos 2 – berupa bangunan kayu seperti warung yang sudah tidak berpenghuni, berada di pinggir jalan. Ada kayu memanjang juga untuk sekedar duduk-duduk untuk istirahat sebentar. Dari pos 2 menuju pos 3 perjalanan semakin menanjak dan berbatu, dan dari sini juga kita dapat melihat pemandangan Gunung Sumbing, dari pos 2 menuju pos 3 waktu yang ditempuh sekitar 2-3 jam.

Pos 3 – merupakan sebuah dataran yang cukup luas, pos 3 ini cocok sekali untuk mendirikan tenda. Untuk trek pendakian dari pos 3 menuju pos 4 akan ditemui jalanan yang cukup curam dan didominasi banyak bebatuan, terkadang tanjakan akan susah untuk di lalui. namun pemandangan pepohonan yang rindang dan alang-lang akan menemani perjalanan. Waktu yang dapat kalian tempuh dari pos 3 menuju pos 4 yaitu sekitar 1,5 jam perjalanan.

Pos 4 – biasa disebut Batu tanah. Pos ini hanya sebuah dataran, namun tidak disarankan untuk mendirikan tenda karena angin di tempat ini bisa datang tiba-tiba dan akan menerjang tenda.

Dari pos 4 ini kita akan meneruskan perjalanan yang menanjak dan berbatu. disepanjang perjalanan ini kalian akan menemukan hutan lamtoro. setelah melewati hutan lamtoro kita akan sampai di padang Edelweis. Pemandangan bunga Edelweis yang tumbuh disekeliling membuat semakin semangat untuk mencapai puncak, karena dari padang Edelweis ke puncak hanya memerlukan waktu sekitar 1,5 jam lagi.

Pendakian-Ke-Gunung-Sindoro2

di puncak Gunung Sindoro terdapat dua kawah. di musim penghujan, salah satu dasar kawanya tedapat genangan air yang bisa di jadikan sumber air untuk memasak.

Nah sekarang kita kalkulasikan waktu perjalanan tadi,
BASECAMP – Pos I (1,5 jam)
Pos I – Pos II Cawang (1 jam)
Pos II – Pos III Seroto (2 jam)
Pos III – Pos IV (1,5 jam)
Pos IV – Puncak (1,5 jam)
Total perjalanan = 7,5 jam. Estimasi waktu turun bisa kita kurangi 20-40% menjadi sekitar 4-5 jam jam perjalanan.

TIPS UNTUK MELAKUKAN PENDAKIAN

  1. jangan mendaki di musim hujan
  2. Latihan fisik seperti olahraga kecil sebelum hari H, agar tubuh tidak kaget dan kram.
  3. Usahakan minimal 3 orang untuk melakukan pendakian (1 orang yang sudah pernah mendaki)
  4. Bawa cukup bekal makanan dan minuman, jangan terlalu banyak dan jangan terlalu sedikit. Jangan lupa bawa obat-obatan, oksigen, baju hangat dan tissu basah sangat di butuhkan saat pendakian.

Goa di Pulau Jawa yang Paling Ramah untuk Pemula

telusurindonesia.com – selain terkenal dengan pantai di bagian selatan yang berombak ganas karena langsung berhadapan dengan samudera hindia, pulau jawa juga memiliki  banyak tempat-tempat dengan karakteristik batuan karst. oleh sebab itu, banyak terdapat goa-goa yang bisa dijadikan sebagai objek wisata.

namun dari banyaknya goa di pulau jawa yang bertebaran dari ujung barat hingga unjung timur itu masih ada yang belum dikelola dengan baik. hanya ada beberapa goa saja yang sudah dikelola dengan baik dan nyaman untuk dikunjungi wisatawan.

goa selalu identik dengan kegelapan, lembab dan kesan menakutkan, namun goa-goa di pulau jawa ini sudah dilengkapi dengan jalur berupa tangga, pemandu wisata, dan juga pencahayaan buatan untuk menambah kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung. oleh sebab itu goa-goa ini disebut-sebut paling ramah untuk para pemula yang ingin memulai wisata goa. ada apa aja? intip yuk!

1. Goa Gong, Pacitan

goa yang dianugerahi dengan indahnya panorama stalagmit dan stalaktit ini memegang predikat sebagai wisata goa terindah se-Asia Tenggara. letaknya berada di Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur atau berjarak sekitar 37 km arah barat dari pusat kota Pacitan.

goa-gong-di-pacitan
sumber gambar: flickr.com/HaidarMurtadho

goa ini memiliki kedalaman hingga 256 meter dan kabarnya stalagmit dan stalaktit nya itu sudah berumur ratusan tahun. nama goa ini memang terdengar cukup unik. menurut masyarakat lokal, goa ini dinamakan goa gong karena sering terdengar suara gema tabuhan seperti suara gong yang berasal dari dalam goa. itu bukan cerita mistis, melainkan proses alamiah dari pantulan tetesan air di dalam goa.

goa ini sudah dikelola dengan baik, itu terbukti dengan adanya  jalur berupa tangga dan juga pencahayaan buatan yang memudahkan wisatawan pemula untuk menjelajahinya. tertarik untuk membuktikan keindahan dalam goa dan mendengar suara gong nya?  kamu ga perlu merogoh kocek terlalu dalam kok, cukup membayar 10rb saja untuk tiket masuknya

2. Goa Maharani, Lamongan

goa ini merupakan salah satu goa di daerah jawa timur yang paling sering dikunjungi wisatawan. letaknya di Tanjung Kodok, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. goa yang memiliki kedalaman sekiar 25 meter dibawah permukaan tanah dan memiliki luas 2.500 m2 ini ditemukan oleh beberapa penambang fosfat pada pada 6 Agustus 1992. kemudian goa ini diresmikan sebagai objek wisata oleh bupati lamongan pada saat itu setelah 2 tahun kemudian, tepatnya  pada 10 Maret 1994.

Goa-Maharani-di-Lamongan
sumber gambar: flickr.com/elly

oleh karena keindahan stalaktit dan stalagmit di dalam goa yang bisa bercahaya warna-warni, goa ini sering disebut dengan istana maharani. bahkan ada yang mensejajarkan goa ini dengan goa Altamira di Spanyol, goa Carlsbad di Perancis, dan goa Mamonth di Amerika.

di dalam goa ini sudah terdapat jalur untuk wisatawan dan sudah dikelola dengan baik. untuk melihat lebih dekat keindahan goa ini, kamu cukup membayar tiket masuk sebesar 25rb saja.

3. Goa Cerme, Yogyakarta

selain terkenal dengan deretan pantainya di daerah gunungkidul, yogyakarta juga miliki goa yang terbilang ramah untuk para pemula. goa ini tidak hanya menyuguhkan keindahan alam saja, tetapi memiliki cerita sejarah dan kekuatan mistis di dalamnya. letaknya di dusun Srunggo, Selopamioro, Imogiri, Bantul atau sekitar 20 km selatan Kota Yogyakarta.

goa-cerme-di-yogyakarta
sumber gambar: flickr.com/chellensteve

selain keindahan stalaktit dan stalagmit, di goa ini juga terdapat sungai bawah tanah. panjang goa mencapai 1,5km yang membentang hingga ke Kabupaten Gunungkidul. konon, goa ini dulunya merupakan tempat pertemuan Walisongo untuk membahas masalah dakwah Islam dan pendirian Masjid Demak. oleh sebab itu goa ini di beri nama cerme yang berasal dari kata ceramah yang digunakan Walisongo untuk berdakwa.

untuk menjamah keindahan goa cerme sebaiknya jangan berkunjung disaat musim hujan karena air bawah tanah sewaktu-waktu bisa meluap dan tentunya  sangat membahayakan. memasuki kawasan goa ini pengunjung hanya dikenakan tiket masuk sebesar 3rb saja. oleh karena goa ini cukup panjang, ada baiknya kamu memakai jasa pemandu dengan tarif sekitar sebesar Rp 50 ribu untuk rombongan di bawah 15 orang.

4. Gua Jatijajar, Kebumen 

goa jatijajar ini  tidak begitu jauh dari Benteng Van Der Wijck, hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. letaknya di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, sekitar 8 km dari Gombong. kabarnya, dulu goa ini ditemukan seorang petani yang memiliki tanah di atas Goa tersebut yang bernama Jayamenawi. kala itu beliau sedang mencari rumput lalu kemudian terjatuh ke sebuah lubang yang memiliki garis tengah 4 meter dan tinggi mencapai 24 meter. penamaan goa ini bermula dari 2 pohon jati yang besar dan tumbuh sejajar dan kemudian jadilah nama goa jatijajar.

goa-jatijajar-di-kebumen
sumber gambar: alidesta.wordpress.com

di dalam goa  sudah didesain sedemikian rupa dengan pencahayaan yang sangat baik. oleh karena itu kesan gelap dan menakutkan tidak melekat pada goa jatijajar ini. selain itu goa ini juga memiliki keunikan tersendiri, yaitu adanya aliran sungai yang dinamakan “Sendang Mawar”.  bukan cuma  aliran sungai biasa, konon katanya airnya bisa bisa membuat awet muda bagi siapa pun yang membasuh muka di sana.

goa ini sangat ramah bagi para pengunjung yang sebelumnya tidak menyukai masuk ke dalam sebuah goa. Stalaktit dan stalagmit nya terlihat begitu exotis ketika disorot oleh lampu berwarna warni yang sengaja dipasang. kalau kamu tertarik untuk menelusuri goa jatijajar ini, siapkan saja uang 8rb untuk tiket masuknya.

nah, itu dia Goa di Pulau Jawa  yang Paling Ramah untuk Pemula. untuk kamu yang ingin mencoba pengalaman baru, buruan dateng ke goa-goa ini ya! selamat beribur 🙂

Kisah Mumi di Papua Yang Membawa Kesejahteraan Bagi Masyarakatnya

telusurindonesia.com – mendengar kata mumi mungkin bisa menjadi hal yang sangat menakutkan sekaligus bikin bulu kuduk merinding, apalagi kalau berdekatan langsung dengan mumi nya. kalau kamu punya nyali gede dan ingin melihat mumi secara langsung, tak perlu jauh-jauh datang ke mesir nan jauh disana. karena di negara kita tercinta ini pun ada mumi yang tersimpan di pedalaman papua.

berbeda dengan pulau lainnya, pulau yang terletak di paling timur indonesia ini tak henti-hentinya memberi kejutan bagi para wisatawan maupun masyarakat luas. mulai dari panoramanya yang menakjubkan, kearifan budaya lokal, tradisi potong jari yang mengerikan hingga kisah mumi nya.

mumi di papua ini diawetkan dengan cara tradisional, yaitu dengan mengasapi mayat (jasad) sambil dilumuri lemak babi selama 200 hari. namun siapa sangka dengan cara tradisional ini sang mumi mampu bertahan hingga ratusan tahun.

bukan sembarang jasad yang bisa dijadikan mumi, melainkan hanya  para kepala suku dan panglima perang yang disegani di masanya. dalam sebuah penelitian di tahun 90an, total ada 7 mumi yang berada di papua dan rata-rata berusia 300 tahun. 7 mumi ini tersimpan di 3 distrik (kecamatan) yaitu 3 mumi laki-laki di Distrik Kurulu, 3 mumi laki-laki di Distrik Assologaima, dan 1 mumi perempuan di Distrik Kurima.

mumi laki-laki bisa dilihat oleh wisatawan, sementara mumi wanita tidak akan diperlihatkan kepada wisatawan. menurut kepercayaan warga setempat, jika mumi perempuan ini dilihat orang luar, maka akan membawa malapetaka bagi masyarakat setempat. percaya tidak percaya, tapi itulah kepercayaan mereka yang perlu kita hormati.

mumi-di-wamena-papua-indonesia
via: indonesia.mongabay.com

kalau kamu berkesempatan untuk berwisata ke papua, cobalah datang ke distrik kurulu tepatnya di desa Yiwika. di desa ini kamu bisa menemukan mumi dari Wim Motok Mabel. nama sebenarnya adalah Mabel, wim dan matok adalah bahasa suku dani yang berarti panglima perang. sebelum meninggal, Mabel berpesan kepada keluarga dan sukunya. Ia meminta jasadnya diawetkan dan tidak dibakar seperti tradisi suku dani pada umumnya.

bukan tanpa alasan, mabel beranggapan kalau jasadnya diawetkan akan membawa keberuntungan bagi sukunya yaitu selalu memenangkan peperangan. selain itu jika mumi dari jasadnya terus dipelihara, keluarga dan sukunya kelak akan memperoleh kesejahteraan hidup.

mumi mabel yang tersimpan di wamena ini berbeda dengan mumi yang ada di mesir. sebab, memiliki warna yang hitam pekat dan bentuk tubuhnya pun menyerupai manusia yang sedang duduk dengan kedua tangan memegang lutut sambil mendongakkan kepala keatas serta dengan kondisi mulutnya yang menganga.

mumi Wim Motok Mabel ini disimpan di salah satu honai (rumah adat suku dani) dan selalau diasapi. konon mumi ini tidak boleh dipegang perempuan karena nantinya berkibat cepat rusak (lapuk).

untuk melihat mumi ini wisatawan akan dikenakan tarif yang telah disepakati, kemudian mumi akan dikeluarkan dari honai. dan masih ada biaya lagi yang akan dikenakan jika wisatawan ingin berfoto dengan mumi ini. harga yang ditawarkan cukup mahal yaitu sekitar 200-300 ribu. namun harga itu akan sebanding dengan pengalaman yang didapat dan pastinya menjadi moment yang tak akan terlupakan seumur hidup.

dari mumi inilah masyarakat desa dapat hidup sejahtera. sebab, mumi ini mampu menjadi daya tarik wisatawan yang bisa dijadikan sebagai sumber penghasilan.

belum lagi ditambah dengan para mama (sebutan wanita tua di Papua) yang menjajakan hasil kerajinan tangan seperti noken, koteka, taring babi hingga kopi kepada wisatawan yang datang.

kalau difikir-fikir, kisah ini sungguh luar biasa. bagaimana mungkin leluhur mereka dapat berfikir sampai sejauh ini. tapi itulah kenyataannya.

dengan demikian, Wim Motok Mabel telah membuktikan pesanya. Wasiat meminta jasadnya diawetkan untuk memberi kesejahteraan hidup keturunanya kelak, terbukti dalam rentang waktu dua atau tiga ratusan tahun setelah ia meningal.

nah, itulah kisah mumi di papua yang membawa kesejahteraan bagi masyarakatnya. kalau kamu tertarik melihat dari dekat, buruan deh datang ke papua! minimal sekali seumur hidup boleh lho 🙂

 

Makam Belanda di Indonesia Mampu Datangkan Turis Asing

telusurindonesia.com – setelah indonesia dijajah oleh belanda dalam jangka waktu yang cukup lama, tentu banyak sekali meninggalkan sejarah. tak terkecuali dengan makam-makam belanda yang hingga saat ini masih tersisa. terlepas dari cerita yang menyedihkan di masa lampau, kini makam-makam belanda ini mampu menarik kunjungan turis asing yang berasal dari belanda. pasalnya, turis asal belanda itu memiliki minat untuk mengunjungi makam-makam sanak keluarganya.

dikutip dari laman kompas.com, dosen Program Studi Sastra Belanda, Lilie Suratminto mengatakan kalau makam-makam belanda ini sangat memiliki potensi untuk dikunjung karena Keluarga warga Belanda pasti ingat dengan garis keturunannya.

Baca Juga: Museum Kereta Api Ambarawa: Menawarkan Pengalaman Unik Menaiki Kereta Peninggalan Belanda

terlebih lagi di belanda itu sangat mudah sekali untuk menemukan keturunan melalui silsilah yang telah disusun rapih di sebuah gedung di Den Haag. oleh sebab tu banyak sekali wisatawan belanda yang datang ke indonesia ini untuk mencari makam saudaranya.

makam-belanda-di-indonesia
via: kompas.com

sebagai contoh, makam-makam yang berada di kebun Raya Bogor, Jawa Barat yang ada sekitar abad ke-19. Kalau yang hidup pada zaman kolonial, tentu masih melekat dalam memorinya.

dengan adanya makam belanda ini tentu memiliki dampak positif bagi indonesia, salah satunya di bidang pariwisata. karena indonesia akan mendapatkan pemasukan dari turis-turis asing yang berkunjung. namun untuk bisa mendatangkan banyak wisatawan dari belanda harus diperlukan berbagai informasi yang terkait dengan makam. seperti informasi tentang siapa yang dimakamkan bisa dalam bentuk brosur atau media lainnya.

ada banyak sekali makam-makam belanda yang bisa ditemui di sekitar Jabodetabek, misalnya di Museum Taman Prasasti, Kebun Raya Bogor, Evereld Menteng Pulo, Museum Wayang, dan Evereld Ancol. makam-makam inilah yang dihuni oleh warga berkebangsaan Belanda yang hidup pada masa kolonial.

Lilie juga menyebutkan kalau wisatawan yang berkunjung sebenarnya bisa belajar mengenai sejarah Belanda melalui makam.

Rayakan Malam Tahun Baru 2016 di Jakarta? Datang ke Ancol Aja!

telusurindonesia.com –  mendekati malam pergantian tahun 2015 tentu banyak sekali warga jakarta yang sudah merencanakan destinasi untuk merayakannya. tak sedikit warga jakarta yang memilih untuk merayakannya di luar jakarta seperti ke bali, bandung, jogja dan kota-kota wisata lainnya.

kalau tahun ini kamu cuma bisa merayakan Malam Tahun Baru 2016 di jakarta, ga perlu berkecil hati! datang aja ke ancol, kamu juga bisa merayakannya dengan suasana yang tak kalah meriah. pasalnya, pengelola taman hiburan di Jakarta Utara akan menghadirkan berbagai pilihan acara dengan tema “A Nite Sparkling of Culture” yang dapat dinikmati oleh para pengunjung.

kamu bisa menyaksikan Parade Seaside Carnival, pagelaran seni, dan yang paling seru adalah Musical Fireworks pertama di Indonesia yang diadakan di Pantai Lagoon. berbagai acara yang dibuat untuk menyambut tahun baru 2016 itu akan tersebar di beberapa titik di Taman Impian Jaya Ancol.

untuk Parade Seaside Carnival sendiri akan diikuti oleh 200 orang peserta. uniknya, para peserta ini akan menampilkan sesuatu yang berbeda yaitu dengan menggunakan kostum dari bahan daur ulang kreasi seniman Pasar Seni.

sedangkan untuk pagelaran seni akan menampilkan beberapa kesenian dari berbagai daerah di indonesia seperti Reog Ponorogo, Bali, Ambon, dan Batak. pagelaran seni ini akan dimulai pada pukul 20.00 WIB hingga tengah malam.

malam-tahun-baru-di-ancol-jakarta
via: infonitas.com

yang paling spektakuler dan yang paling ditunggu-tunggu adalah Musical Fireworks di Pantai Lagoon. pengunjung bisa melihat meriahnya acara musik dan rangkaian kembang api  yang akan menghiasi langit jakarta.

gimana, seru kan? selain hemat, kamu juga gak perlu capek-capek melancong ke kota lain. kalau kamu berminat, datang aja ke ancol pada 31 Desember 2015 mendatang. untuk menikmati berbagai rangkaian acara yang dimulai dari pukul 16:00 ini kamu tak perlu merogoh kocek terlalu dalam. cukup membayar tiket masuk saja sebesar Rp 25.000 per orang. kalau kamu membawa mobil akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 20.000 dan motor sebesar Rp 15.000.

Selain itu di Pantai Carnaval juga akan diselenggarakan acara yang bertema “Move On Party 2016 and Welcome Hope 2016”. Acara ini  dimulai pukul 21.00 WIB dan akan dimeriahkan oleh artis Ibu Kota, seperti Noah, Geisha, Five Minutes, Setia Band, Zaskia Gotik, Via Vallen, Duo Anggrek, Devy Berlian, Rizky dan Ridho D’Academy,The Dance Icon Indonesia, Wali dan Iwan Fals.

Ternyata Begini Cara Menuju ke Desa Wae Rebo di Flores

telusurindonesia.com – berbicara tentang flores yang terletak di nusa tenggara timur tentu tak lepas dari pulau komodo yang menjadi destinasi wajib untuk dikunjungi. namun amat disayangkan sekali kalau kamu sudah berkesempatan berlibur ke flores tetapi hanya berkunjung ke pulau komodo saja. nah, ada baiknya kamu juga mengunjungi desa adat wae rebo yang pernah mendapatkan penghargaan dari unesco karena dianggap sangat menjaga kelestarian adat budayanya.

Baca Juga: 5 Desa Wisata Tercantik di Indonesia yang Menebarkan Pesona

setiap hari banyak sekali wisatawan yang datang ke desa ini, baik dari wisatawan domestik ataupun wisatawan mancanegara. namun pengunjung terbanyak masih didominasi oleh wisatawan mancanegara yang berasal dari eropa. di tahun 2015 saja sudah ada sekitar 4000 wisatawan yang mengunjunginya. untuk kamu yang sudah tau sekilas mengenai desa wae rebo melalui tv ataupun sosial media tentu akan bertanya, bagaimana sih cara menuju ke desa wae rebo yang cantik itu? tenang, hari ini kita bakal kasih informasinya.

desa-wae-rebo-di-flores
via: jilbabbackpacker.com

untuk mengunjungi desa ini, perjalanan akan dimulai dari Labuan Bajo – Kota Ruteng – Desa Denge – desa wae rebo. dari labuan bajo ke ruteng kamu bisa menggunakan jasa travel dengan membayar 100rb, kemudian dari ruteng bisa menggunakan ojek untuk menuju ke Desa Denge dengan membayar 150rb. total lama perjalanan dari labuan bajo sampai ke desa denge akan menghabiskan waktu perjalanan sekitar 8jam. nah, dari desa denge menuju desa wae rebo ini tidak ada alat transportasi yang bisa digunakan selain berjalan kaki. perjalananya akan membutuhkan waktu sekitar 5 jam perjalanan untuk sampai ke desa wae rebo

kalau sudah kemalaman, kamu bisa mencari penginapan di Desa Denge dan melanjutkan berjalanan dikeesokan harinya. selain itu kamu juga bisa menaruh barang-barang bawaan yang tidak terlalu penting untuk dibawa menuju ke desa warebo agar barang bawaan lebih ringan. menginggat waktu perjalananya cukup lama dan harus ditempuh dengan berjalan kaki.

perjalanan-menuju-wae-rebo
via: daladventure.com

jalur treking menuju ke desa waero sangat membutuhkan stamina yang prima karena jalur yang akan dilewati adalah bukit dan hutan. bagi kamu yang sudah terbiasa mendaki gunung tentu sudah menjadi hal yang biasa. namun bagi yang tidak pernah mendaki akan menjadi sedikit kendala. tapi tidak usah khawatir karena kamu bisa berstirahat sejenak didalam perjalanan. selain itu, kamu juga harus membawa perbekalan yang cukup seperti air minum dan makanan ringan untuk menambah energi. oya kalau merasa berat membawa barang bawaan, kamu bisa menggunakan jasa porter yang akan mengantar dan mengangkut barang bawaan  selama trekking dengan biaya 200rb (porter bisa membawa barang untuk dua orang)

setelah mendekati desa waerobo, wisatawan akan melewati upacara waelu. dimana porter akan membunyikan kentongan sebagai kode pemberitahuan ada tamu datang di Kampung Waerebo. kemudian kepala adat di rumah Mbaru Niang akan segera menyambut dengan ucapan selamat datang. namun ada yang unik, sebelum melewati upacara ini wisatawan dilarang mengambil foto. konon kabarnya apabila melanggar akan ada gangguan atau halangan.

wisatawan-mancanegara-di-desa-we-rebo-flores
via: detik.com

setelah sampai di desa waerebo, kamu akan dihadapkan dengan dua pilihan, yaitu menginap atau tidak menginap. kalau menginap, kamu akan dikenakan biaya sekitar 325.000 permalam untuk satu orang, termasuk makan 3 kali. sedangkan untuk yang tidak menginap akan dikenakan biaya sekiatra 200.000 per orang. bagi yang menginap tentu akan mendapat pengalaman yang lebih seru dan mengesankan yaitu bisa bermalam dan tidur rame-rame di rumah adat Mboru Niang yang sudah disediakan khusus untuk wisatawan.

nah, itulah cara menuju desa wae rebo, semoga artikel ini bisa membantu kamu yang dalam waktu dekat ini ingin berlibur ke flores ya 🙂

Tanjung Aan, Pantai Cantik di Antara Gundukan Bukit

telusurindonesia.com – Pulau Lombok terkenal dengan julukan ‘Pulau Seribu Masjid’ juga ‘Pulau Seribu Pantai’, ya memang benar Pulau Lombok memiliki jajaran pantai yang eksotis dan mengagumkan. Tak kalah dengan Bali, di Lombok pun terdapat berbagai tempat yang wajib masuk daftar kunjunganmu saat berwisata ke Lombok. Salah satunya adalah Pantai Tanjung Aan atau yang biasa disebut Tanjung An oleh penduduk sekitarnya. Pantai ini berlokasi di Kuta Lombok, tak hanya Bali yang memiliki pantai Kuta, Lombok juga memiliki pantai dengan nama serupa.

Pantai ini terletak di daerah Mandalika Resort di Desa Kuta, Jaraknya sekitar 75 km dari ibu kota NTB yakni Mataram. Letaknya kurang lebih 3 km dari pantai Kuta, Lombok Tengah. Jika ditempuh dari bandara internasional Lombok akan memakan waktu sekitar satu jam perjalanan.

Keunikan pantai Tanjung Aan terdapat pada pasirnya, sekilas tampak putih semua namun jika diamati baik – baik akan terlihat sebagian pasir yang berwarna kekuningan. Perbedaannya pun semakin terlihat jelas saat kamu meraba atau menginjak pasir tersebut, pasir yang berwarna putih terasa lembut bak tepung atau bedak bayi sedangkan yang berwarna kekuningan terasa menggumpal seperti butiran- butiran kecil ditelapak kaki hampir sama seperti merica. Maka dari itu banyak pula orang yang menyebut pantai Tanjung Aan sebagai “Pantai Tepung dan Pantai Merica”.

pantai-tanjung-ann-di-lombok
via: griyawisata.com

Pantai ini dipisahkan oleh gundukan melengkung dengan panjang lebih dari 5 km. Gundukan bukit ini memiliki ukuran yang cukup besar dan luas. Gundukan ini diperkirakan terbentuk akibat penumpukan lava di bawah laut yang mengalami pengangkatan sehingga terlihat seperti batuan-batuan besar di sekitar bukit. Juga terdapat lapisan lava yang seperti menganak tangga di depan bukit tersebut.

kalau naik ke bukit ini, kamu akan merasa seolah-olah naik gunung padahal hanya sebuah bukit yang memisahkan kedua sisi pantai. untuk urusan view gak usah ditanya lagi, dari atas bukit ini kamu bisa melihat samudera hindia yang membentang luas serta cantiknya pantai tanjung aan.

Selain gundukan bukit ada juga satu titik yang sering dikunjungi wisatawan, yaitu Batu Payung. Batu ini laris dijadikan objek wisata karena memiliki bentuk yang unik jika dilihat dari sudut pandang tertentu. disebut Batu Payung karena bentuknya menyerupai payung yang belum terbuka. Batu Payung sendiri pernah dijadikan lokasi pengambilan gambar untuk iklan dan sering juga dijadikan lokasi pemotretan pre-wedding.

batu-payung-di-pantai-tanjung-ann-lombok
va: lombokwedding.com

Pesona Pantai Tanjung Aan sendiri sebenarnya cocok untuk kamu yang senang menikmati suasana santai, sepi, dan menenangkan karena Pantai ini relatif sepi. Ombaknya pun tidak terlalu tinggi, maka dari itu jarang sekali ada wisatawan yang datang kemari untuk berselancar. namun menjelang sore hari desiran ombak semakin kuat dan jarang-jarang bisa mencapai ketinggian 2-3 meter menjadikan ini momen yang pas untuk para wisatawan yang ingin berselancar. aktivitas air lainnya yang bisa kamu dilakukan di pantai ini adalah diving dan snorkling. kalau kamu lupa membawa atau tidak memiliki peralatannya, jangan khawatir! karena di tepi pantai banyak yang menyewakannya.

berjemur-di-pantai-tanjung-aan-lombok
via: caderabdul.wordpress

Bagi yang malas berbasah-basahan, berjemur di pinggir pantai sambil menikmati es kelapa muda pun juga tak kalah menyenangkan, atau kalau berminat kamu bisa menaiki perahu boat sewaan dan memanjakan mata dengan indahnya perairan bening di Tanjung Aan. Komposisi warna yang kontras dari langit biru, air biru dan gundukan bukit hijau dijamin membuat kamu ketagihan berfoto. Kendati demikian tampaknya keindahan dan keunikan Pantai Tanjung Aan belum menarik minat para investor, di pantai ini belum ada fasilitas apapun selain hotel dan penginapan kecil. penasaran ya dengan Pantai Tanjung Aan? yuk langsung aja lihat vdeo dibawah ini!

gimana, cantik kan pantainya? kalau kamu berminat mengunjungi Pantai ini disarankan datang sekitar bulan Februari karena biasanya keadaan pantai lebih ramai, alasannya karena akan ada acara special yakni Ritual Batu Nyale. Dari cerita turun temurun warga sekitar Tanjung Aan, dahulu terdapat mitos warga setempat tentang Putri Mandalika yang melompat terjun dari atas bukit karena menghindar dari kejaran pangeran yang menginginkannya. Berdasarkan kepercayaan setempat Putri Mandalika bereinkarnasi menjadi ‘Nyale’ atau cacing laut di Pantai Tanjung Aan. oleh sebab itu di lombok selalu diadakan tradisi nyale setiap tahunnya. tertarik berlibur sambil menyaksikan tradisi unik? Tak ada salahnya memasukkan Pantai Tanjung Aan ke daftar destinasi liburanmu!

Dahsyat, Kusir Cidomo di Gili Trawangan Bisa Raup 1jt per/hari

telusurindonesia.com – seperti yang kita tau, saat ini wisata lombok sedang menjadi incaran banyak wisatawan, baik itu dari dalam negeri ataupun mancanegara. selain memiliki pantai yang indah dan berkarakter, lombok juga mempunyai banyak gili (pulau) disekitarnya yang memiliki daya tarik masing-masing. salah satu yang paling populer adalah gili trawangan yang letaknya berdampingan dengan dua gili lainnya yatu gili Gili Air dan Gili Meno.

kenapa sih banyak wisatawan yang ingin berlibur ke gili trawangan? karena gili trawangan memiliki pantai cantik berpasir putih dan bebas pulusi. di pulau ini tidak ada kendaraan bermotor yang berlalu lalang, hanya ada sepeda dan cidomo yang menjadi alat transportasinya. walaupun pulau ini tidak begitu besar, namun untuk mengelilinginya menggunakan sepeda saja membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. oleh sebab itu kedua alat transportasi ini menjadi andalannya.

cidomo merupakan kendaraan tradisional layaknya dokar yang ada di pulau jawa. kendaraan ini menjadi kendaraan khas di wilayah Lombok dan menjadi ikon yang hingga kini tetap dilestarikan. menurut salah satu pengelola operasional Cidomo Janur Indah di Gili Trawangan, sampai saat ini ada 32 cidomo yang dioperasionalkan untuk melayani masyarakat lokal ataupun wisatawan.

Cidomo-di-gili-trawangan
via: baligilifastboat.com

di balik kesederhanaan alat transportasi tradisional ini, ternyata setiap harinya 1 unit cidomo yang beroperasi di gili trawangan bisa menghasilkan minimal 500rb. sementara itu salah satu kusir cidomo lainnya mengaku kalau ia mampu menghasilkan Rp 1 juta setiap hari pada masa padat pengunjung. wow menggiurkan sekali! coba bayangkan sebulan dapat berapa?

pengelola itu juga menjelaskan kalau 1 unit cidomo bisa dinaiki oleh empat orang penumpang. sedangkan untuk soal tarif tergantung jarak tempuhnya. Jika melayani rombongan, satu Cidomo siap antar empat penumpang bertarif Rp 50.000 hingga Rp 100.000, tergantung jauh dan dekat jaraknya.

menurut mereka, alat transportasi tradisional yang mengandalkan kuda sebagai penggeraknya ini lebih banyak disukai oleh wisatawan asing dari pada wisatawan domestik.  untuk menjaring penumpangnya, biasanya para kusir cidomo menawarkannya pada wisatawan yang baru tiba di pelabuhan gili trawangan untuk mengantar ke tempat tujuan wisatawan.

5 Desa Wisata Tercantik di Indonesia yang Menebarkan Pesona

telusurindonesia.com – berbicara tentang Keindahan Alam Indonesia memang tak akan pernah ada habisnya. Jika kamu sudah banyak memotret keindahan gunung, pantai, goa serta air terjun yang ada di indonesia, maka ada baiknya kamu mengambil objek foto yang berbeda untuk petualanganmu selanjutnya.

Cobalah datang ke 5 Desa Wisata Tercantik di Indonesia yang Menebarkan Pesona ini. Masing – masing desa ini memiliki keindahan landscape yang sangat cantik dan sudah mendunia. bahkan bisa dikatakan desa-desa ini cuma ada di indonesia. jadi sayang banget kalau sampai luput dari bidikan lensa kameramu. mau tau apa aja desanya? yuk simak ulasan dibawah ini!

1. Desa Wae Rebo

Desa-Wae-Rebo
via: 5berita.com

apakah sebelumnya kamu pernah dengar tentang Desa Adat Wae Rebo? Pasti baru dengar kan? Kedengarannya memang sangat asing di telinga, tapi ternyata desa ini sudah mendunia lho. karena semenjak UNESCO menobatkan sebagai desa yang melestarikan konservasi warisan budaya, masyarakat dunia mulai mengenal desa ini.

Wae Rebo adalah salah satu desa unik di kecamatan Satarnase, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. desa adat ini berada diatas ketinggian 1.100 mdpl, tepatnya di Pegunungan Pocoroko. karena letaknya yang sangat tinggi, tak heran kalau desa ini memiliki suhu udara yang dingin dan sejuk. untuk kamu yang ingin menyambangi desa ini, sebaiknya membawa baju hangat atau syal ya.

Di Desa Wae Rebo ini terdapat 7 rumah utama berbentuk kerucut dengan ketinggian dan diameter yang sama. Masing – masing rumah bisa di tinggali 6 sampai 8 keluarga dan berdiameter sekitar 12 – 15 meter. Mungkin karna bentuknya yang unik inilah UNESCO menobatkan desa ini sebagai bangunan konservasi warisan budaya.

Pemandangan di desa ini pun sungguh sangat indah. Rumah – rumah berbentuk kerucut yang menjadi ciri khasnya pun tersusun melingkar dan membentuk seperti setengah lingkaran. Panorama perbukitan di belakangnya menambah keindahan landscape Desa Wae Rebo.

2. Desa Adat Penglipuran

Desa-Adat-Penglipuran
via: vilondo.com

Desa Panglipuran yang berada di Kabupaten Bangli ini disebut – sebut sebagai desa paling bersih dan cantik di Pulau Bali. Menurut masyarakat sekitar, kata penglipiran diambil dari kata Pengeling Pura yang artinya tempat suci. Desa wisata ini memang memiliki luas yang tidak begitu besar, bahkan hanya memiliki luas 112 hektar dengan 9 hektar di pakai untuk pemukiman. Desa wisata panglipuran ini memiliki panorama alam yang masih asri dan kental akan budaya Bali yang masih dijaga.

Keunikan rumah – rumah berarsitektur Bali tampak tertata dengan rapi antara 1 rumah dengan rumah lainnya, pintu gerbang disetiap rumah saling berhadapan satu sama lainnya dan hanya dibatasi dengan jalan utama kecil di tengahnya. Pintu gerbang ini disebut dengan angkul – angkul (pintu gerbang khas bali).

Sejauh mata memandang yang terlihat hanya keindahan desa wisata tersebut. Dan yang lebih mengasyikan di desa ini adalah bebas dari kendaraan bermotor. Kamu bisa puas menikmati udara segar di desa ini. Kamu juga akan puas berjalan – jalan dan berfoto di desa ini sambil mengenal lebih dekat budaya warga setempat tanpa harus takut kena polusi asap. Biaya masuk ke desa wisata ini juga sangat terjangkau, yaitu Rp 7.500 per orangnya.

3. Desa  Suku Baduy

Desa-Suku-Baduy
via: instagram.com/indannaz

kamu ingin mendapatkan pengalaman unik sekaligus berbeda dari liburan sebelumnya? Nih, desa Suku Baduy yang rekomend buat kamu  sambangi, Tepatnya ke Perkampungan Suku baduy. Suku Baduy merupakan suatu kelompok masyarakat adat Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Asal usul kata baduy yaitu berasal dari kata Badawi, yang di berikan dari seorang peneliti Belanda. Namun, warga setempat menyebutnya Baduy.

Suku baduy di bedakan menjadi dua, yaitu Baduy Luar dan Baduy Dalam. Pintu masuk menuju pemukiman Suku Baduy adalah Desa Ciboleger. Jika ingin memotret pemukiman Suku baduy, kamu harus menyiapkan stamina lebih. Karena dari Desa Ciboleger kamu harus trakking terlebih dulu untuk menuju pemukiman Baduy Dalam, selama sekitar 5 jam perjalanan. Perjalannya memang akan sangat melelahkan, namun di sepanjang perjalanan kamu bisa menikmati udara sejuk dan panorama perbukitan yang memanjakan mata.

Sesampainya di pemukiman Baduy, kamu bisa melihat – lihat keunikan rumah – rumah Suku baduy yang terbuat dari bambu dan tertata dengan rapi. Sungai yang mengalir di pemukiman ini pun juga sungguh sangat jernih dan saat berada disana kamu tidak akan di perbolehkan untuk menggunakan shampo, sabun maupun bahan kimia lainya. Karena Suku Baduy sangat menghargai alam dan memperlakukan alam dengan baik.

Dari beberapa cabang sungai yang mereka gunakan sehari – harinya mereka hanya menggunakan satu sungai saja. Cabang sungai lain yang airnya jernih bisa di nikmati oleh masyarakat sekitar, juga bisa di gunakan para wisatawan yang datang. Hutannya juga masih sangat terjaga, masyarakat baduy selalu menjaga kebersihan dan tidak merusak hutan. Itulah mengapa sebabnya di pemukiman Suku Baduy ini masih terjaga keasriannya.

4. Desa Kete Kesu

Desa-Kete-Kesu
via: yukpegi.com

Desa Kete Kesu berada di Kampung Bonoran, Kelurahan Tikunna Malenong, Kecamatan Sanggalang Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Desa ini di tetapkan sebagai cagar budaya karena menjadi salah satu desa penghasil kerajinan pahat, ukir dan lukisan yang sudah diakui dunia. Yang menjadi ciri khas disini adalah terdapatnya Tongkonan yang berjejer rapi di sepanjang jalan.

Tongkonan adalah rumah adat /rumah panggung dari kayu, atapnya dilapisi ijuk hitam, bentuknya seperti perahu yang telungkup dengan buritan, seperti tanduk kerbau, dan harus di bangun menghadap ke arah utara, karena masyarakat disini percaya jika leluhurnya berasal dari bagian utara. Selain rumah Tongkonan, yang unik lainnya dari desa ini yaitu terdapat makam – makam tua yang menyimpan cerita mistis.

5. Desa Trunyan

DESA-TRUNYAN-BALI
via: flickr.com/Mister Sempol

desa Trunyan ini berada di Kabupaten Bangli, Bali. Jika desa – desa lainnya hanya menawarkan keindahan alam yang cantik untuk kamu ambil fotonya, namun desa ini berbeda. Trunyan memiliki keunikan sendiri yaitu desa ini memiliki sisi budaya yang unik.

desa ini memiliki kuburan di bagian timur Danau Batur. Di kuburan ini jenazah tidak dikuburkan, tapi jenazah hanya di biarkan saja di atas tanah sampai membusuk. yang anehnya lagi di sekitar kuburan ini tidak tercium bau bangkai. Serem ya? Tapi ini lah keunikan Trunyan.

namun selain keunikannya itu, desa trunyan juga memiliki pemandangan hijau yang sangat indah. sampai-sampai banyak  wisatawan domestik maupun mancanegara yang terus berdatangan ke desa ini.

nah itulah 5 Desa Wisata Tercantik di Indonesia yang Menebarkan Pesona. kalau ada kesempatan, cobalah untuk menyambangi desa-desa cantik ini ya 🙂

8 Air Terjun di Sekitar Jakarta yang Bisa Meyegarkan Pikiran

telusurindonesia.com – menjalankan rutinitas di ibukota terkadang terasa sangat membosankan. tubuh dan pikiran pun lelah menjalani serangkaian rutinitas yang seolah tak pernah ada habisnya. apakah kamu mulai merasakan hal itu? kalau iya, sebaiknya kamu cepat-cepat mencari destinasi wisata alam yang bisa menyegarkan pikiranmu.

banyak orang yang menyegarkan pikiran dengan cara mengunjungi tempat-tempat wisata alam, salah satunya curug atau air terjun. kenapa? karena Air terjun selalu menjanjikan kesegaran dan suasana alam yang bisa menenangkan jiwa. Suara gemuruh air yang jatuh, percikan air yang dingin, dan dikelilingi pepohonan hijau rindang, adalah hal yang bakal kamu rasakan saat datang ke air terjun.

bagi yang tinggal di jakarta tak perlu khawatir lagi, kamu gak usah pergi terlalu jauh  untuk mencari air terjun. karena 8 Air Terjun di Sekitar Jakarta ini selalu siap menerima kedatanganmu dan menyegarkan pikiranmu.

1. Curug Cilember

curug-cilember-2
via: benzano.com

Curug Cilember yang memiliki 7 tingkatan air terjun ini paling sering dikunjungi oleh wisatawan dari jakarta. lokasinya masih berada dikawasan puncak, tepatnya berada di Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. untuk mencapai air terjun ini hanya dibutuhkan waktu sekitar 1,5 jam saja karena jaraknya memang tidak terlalu jauh dari jakarta. Jalanan menuju air terjunnya juga sudah rapi dan nyaman untuk dilewati.

tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam, cukup membayar 12 ribu saja kamu sudah bisa merasakan suasana Alamnya yang asri dan menyegarkan. Pepohonan hijau yang rimbun di sekitarnya membuat udara semaikin terasa sangat sejuk. diantara dingninya air yang jatuh, terhampar banyak bebatuan yang bisa digunakan untuk duduk-duduk. membasuh muka dengan  air yang mengalir disekitarnya pun akan terasa segar. karena menawarkan suasana yang sungguh alami, air terjun ini mampu membuat betah wisatawan yang mengunjunginya.

2. Curug Nangka

Curug-Nangka
via: jejakadventure.info

curug nangka ini terletak di Desa Warung Loa, Kecamatan Tamansari, Bogor. untuk mencapainya diperlukan waktu sekitar 45 menit dari kota bogor melalui Ciapus. pengunjung yang datang ke curug nangka ini diharuskan berjalan kaki sekitar 1,5 terlebih dahulu untuk mecapainya. untuk tiket masuknya tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam, kamu cukup membayar 10 ribu saja.

perjalanan yang cukup panjang menuju curug nangka ini akan terbayar lunas  ketika menyaksikan airnya yang mengalir deras diantara pepohonan hijau yang mengellinginya. dinginnya air bisa kamu manfaatkan untuk membasuh muka atau basah-basahan sambil menikmati suasana alamnya. di akhir pekan biasanya banyak sekali muda-mudi dari Jakarta yang menghabiskan waktu liburnya di Curug ini

3. Curug Bidadari

curug-bidadari
via: triadisetiawan.com

curug ini belum banyak yang mengetahui keberadaannya karena lokasinya jauh dari perumahan Sentul. curug ini memiliki keunikan tersendiri yaitu dengan adanya kolam renang buatan yang berada tepat dibawah air terjunnya. pengunjung bisa bermain air di kolam ini dengan merogoh kocek 25rb saja.

pemandangan di curug bidadari ini sangat menawan karena adanya batu alam besar yang sengaja dibelah menjadi dua sebagai jalan pintas menuju Curugnya. karena sumber air nya dari pegunungan, air di curug ini terasa sangat dingin dan tentunya menyegarkan. bagi yang membawa anak tak perlu khawatir karena ada kolam khusus anak yang bisa digunakan untuk bermain sepeda air dan berenang.

4. Curug Ngumpet

Curug-Ngumpet
via: cumilebay.com

namanya terdengar unik karena ngumpet artinya sembunyi dalam Bahasa Indonesia. sesuai dengan namanya, letak air terjun ini memang  tersembunyi di balik tebing-tebing tinggi dan jauh dari jantung kota bogor. kalau kamu menyukai tantangan, berkunjung ke curug yang berada dikawasan Gunung Salak  ini bisa jadi pilihannya.

sebelum mencapai air terjun ini, kamu harus berjalan kaki dulu sejauh 100 meter dari loket masuknya.  walaupun memerlukan sedikit perjuangan dengan berjalan kaki, tapi kamu akan puas dengan sambutan Gemuruh airnya yang cukup deras. Suasana di sekitarnya cukup sunyi, seolah hanya ada kamu dan air terjun di depan mata. Silahkan memotret air terjunnya dan bermain-main air sampai puas! untuk menikmati segarnya curug yang tersembunyi ini cukup merogoh kocek  5rb saja.

5. Curug Cibeureum

Curug-Cibeureum
via: sky-adventure.com

curug  yang berada di ketinggian 1.625 mdpl ini lokasinya masih di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cibodas, Jawa Barat. untuk mencapainya hanya diperlukan waktu sekitar 2 jam perjalanan. jalur menuju curug ini sama seperti jalur untuk  mendaki Gunung Gede Pangrango. memiliki panorama yang indah, curug ini menjadi salah satau objek wisata alam yang paling favorit bagi pengunjung wisata cibodas.

dari pos tiket masuk, pengunjung harus berjalan kaki terlebih dahulu dengan jarak tempuh 2.7 Km atau membutuhkan waktu sekitar 1 jam. tapi gak perlu khawatir, selama perjalanan kamu akan disuguhi pemandangan alam yang indah dan eksotis. oya debit air yang mengalir di curug ini sangat deras sekali, jadi harap berhati-hati kalau membawa kamera ya.

6. Curug Cikaso

Curug-Cikaso
via: www.triptrus.com

Di Sukabumi ada banyak curug atau air terjun yang bisa kamu kunjungi, salah satunya ialah Curug Cikaso yang terletak di Cibitung, Kecamatan Surade. namun untuk mencapai air terjun cantik ini tidaklah mudah karena posisinya terhalang oleh lembah sehingga dibutuhkan sedikit perjuangan.

nama curug ini sebenarnya Curug Luhur namun karena airnya bersal dari anak Sungai Cikaso maka kemudian banyak orang yang menyebutnya dengan Curug Cikaso. memiliki ketinggian 30 meter dan panjang 100 meter, air terjun ini terbilang unik karena memiliki 3 saluran air yang semuanya jatuh ke sebuah kolam dibawahnya. karena menawarkan Keindahan dan kesejukan suasana di sekelilingnya, banyak orang betah berlama-lama disini.

7. Air Terjun Cigumawang

Air-Terjun-Cigumawang
via: pariwisataindonesia.info

tak mau ketinggalan dengan Bogor dan Sukabumi di Jawa Barat, ternyata serang juga terselip air terjun cantik yang lokasinya berada di Kecamatan Padarincang. untuk mencapainya harus menempuh jarak sekitar 51 kilometer dari pusat Kota Serang.

airnya bersumber dari Gunung Buntu sedangkan ketinggiannya mencapai 40 meter. Airnya sangat jernih dan segar, bikin betah menghabiskan waktu di bawah air terjunnya. Suasanaya alami seperti di air terjun ini tak akan bisa ditemukan di Jakarta. ditambah lagi dengan panorama alamnya yang menggoda.

8. Air Terjun Cihear

Air-Terjun-Cihear
via: newsmedia.co.id

Air Terjun Cihear berada di Gunung Leutik tepatnya di dalam Kawasan Gunung Halimun Salak. Air terjun ini jaraknya berdekatan dengan wisata Arung Jeram Sungai Ciberang. Berjarak sekitar 100 km dari Jakarta melalui Balaraja atau 80 km dari Serang lewat Pandeglang dan Rangkasbitung.

Curug Cihear memiliki aliran air yang sangat deras dan indah dengan ketinggian air ± 25 m dan lebar sekitar 6 meter. dibalut dengan alam yang hijau membuat air terjun ini terlihat sangat indah sekali. Banyak orang-orang yang berkunjung ke tempat ini untuk menghabiskan waktu liburannya. oleh sebab itu tidak ada salahnya jika kamu juga menghabiskan waktu liburan di Curug Cihear – Lebak Banten ini.

nah itulah 8 Air Terjun di Sekitar Jakarta yang Bisa Menenangkan Pikiranmu. dijamin deh stres langsung hilang 🙂